Bandung, 28 April 2025 – Dalam suasana penuh rasa syukur, keluarga besar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Diskuk Jabar) menggelar Pengajian dan Pembubaran Panitia Bazzar Ramadhan 1446 H. Acara ini sekaligus menjadi momentum tasyakur binni’mah atas kelancaran pelaksanaan Bazzar Ramadhan yang telah berjalan sukses.
Kegiatan dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna, dipandu oleh Bu Yuke sebagai host, dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Lili.
Sambutan: Tasyakur dan Refleksi
Dalam sambutannya, Bapak Dr. Tatang Suryana, Sekretaris Dinas KUK Jabar, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran semua rangkaian acara Bazzar Ramadhan. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh keluarga besar Diskuk Jabar.
“Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap aktivitas,” ujar Dr. Tatang menutup sambutannya sebelum secara resmi membubarkan panitia Bazzar Ramadhan 1446 H.
Tausiyah: Makna Silaturahmi dan Spirit Syawal
Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh dua narasumber, Ustadz Saepul Anwar dan Ustadz Supriadi, S.Ag.
Beberapa pesan utama yang disampaikan:
- Silaturahmi bukan sekadar berjabat tangan, melainkan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.
- Amar ma’ruf nahi munkar: Mengubah kemungkaran dengan kekuasaan, lisan, atau minimal dengan hati.
- Pentingnya peran suami dan istri dalam rumah tangga: Suami bertanggung jawab terhadap keluarganya, sementara istri bertanggung jawab atas dirinya sendiri di hadapan Allah.
- Syetan dan tipu dayanya: Syetan akan selalu membisikkan ketakutan akan kefakiran, namun manusia harus tetap yakin pada rezeki Allah.
- Shaum Syawal: Disunnahkan untuk menjalankan puasa Syawal, pahalanya setara puasa setahun penuh.
- Pelajaran dari orang sakit: Ketika seseorang sakit, Allah mengutus malaikat untuk mencabut kekuatan, keceriaan, rasa makan, dan sekaligus menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya.
Spirit Syawal: Momentum Perubahan
Ustadz Supriadi juga mengingatkan bahwa bulan Syawal adalah bulan peningkatan. Dalam bahasa Arab, “Syawal” berarti peningkatan atau perubahan menuju yang lebih baik. Setelah Ramadhan, umat Islam didorong untuk menjaga akhlak, mempererat silaturahmi, menghindari ghibah, dan selalu meminta maaf atas kesalahan.
Beliau menceritakan ilustrasi bahtera di lautan: satu orang yang membuat lubang di kapal bisa menenggelamkan seluruh kapal. Begitu juga dalam keluarga dan komunitas, perbuatan satu orang bisa berdampak luas, sehingga penting untuk terus saling menasihati.
Penutup: Doa dan Kebersamaan
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Supriadi, diikuti dengan musafahah (saling bersalaman) dan santap hidangan yang telah disediakan.
Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa di tengah efisiensi dan kesederhanaan, Diskuk Jabar tetap menjaga semangat silaturahmi, rasa syukur, serta komitmen untuk terus berkontribusi dalam kebaikan.
Sampai jumpa di pengajian rutin berikutnya!
Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan untuk kita semua.
*)ASH

