Bandung, 16 Mei 2025 — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil kembali menyelenggarakan Pelatihan Laporan Keuangan Koperasi Sesuai SAK-EP dengan metode Blended Learning untuk Batch 2 Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini difasilitasi oleh UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha (UPTD P3W Jabar) dan dilaksanakan secara daring melalui platform LMS MyTalenta Jabar serta Zoom Meeting.
Acara pembukaan yang berlangsung pada Jumat siang ini dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD P3W Jabar, Bapak Ravi Wisesha, S.IP., M.AP., mewakili Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ibu Yuke Mauliani Septina, S.T., M.Si., yang berhalangan hadir karena tugas lain.
Meningkatkan Transparansi dan Kompetensi SDM Koperasi
Dalam laporannya, Ibu Sinta Citra Lestari, Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Diskuk Jabar, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jabar dalam meningkatkan kapasitas SDM koperasi, khususnya di bidang pelaporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar terbaru yakni SAK-EP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat).
“Pelatihan ini menjawab kebutuhan akan adaptasi koperasi terhadap transisi pelaporan keuangan yang mengacu pada SAK-EP, sebagai wujud akuntabilitas dan tata kelola koperasi yang baik,” ungkapnya.
Pelatihan akan berlangsung selama empat hari (19–22 Mei 2025), dengan kombinasi metode daring sinkron dan asinkron. Materi disampaikan oleh para pengajar dari Pusat Kajian Manajemen (PKM) Universitas Padjadjaran, dengan total 20 jam pelajaran.
Materi Pelatihan yang Disampaikan:
- Overview SAK-EP dan perbedaannya dengan SAK-ETAP
- Transisi dari ETAP ke SAK-EP
- Pengakuan pendapatan dan penurunan nilai
- Aspek perpajakan koperasi
Pelatihan ini juga sekaligus memperkenalkan LMS Jabar Corputalent sebagai media pembelajaran digital yang telah digunakan oleh UPTD P3W Jabar dalam mendukung transformasi literasi digital di lingkungan koperasi.
Harapan dan Arahan Penyelenggara
Dalam sambutannya, Ravi Wisesha menyampaikan bahwa jumlah koperasi di Jawa Barat yang tercatat mencapai lebih dari 33.000 unit, namun tantangan utama masih berada pada aspek pelaporan RAT dan penyusunan laporan keuangan yang standar.
“Pelatihan ini penting untuk memperkuat kompetensi pengurus koperasi, agar mampu menyusun laporan keuangan yang akuntabel sesuai regulasi terbaru dan menjadikan koperasi yang sehat dan profesional,” ujar Ravi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembekalan teknis LMS MyTalenta Jabar oleh tim fasilitator dari UPTD P3W Jabar, untuk memastikan peserta memahami alur dan teknis pembelajaran daring secara menyeluruh.
Dokumentasi dan Penutup
Acara pembukaan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia melalui tampilan layar Zoom, menandai dimulainya pembelajaran yang akan berlangsung selama empat hari ke depan.
Dengan pelatihan ini, diharapkan koperasi di Jawa Barat dapat lebih adaptif, transparan, dan kompetitif dalam pengelolaan keuangan. Komitmen terhadap tata kelola yang baik menjadi kunci menuju koperasi yang sehat, mandiri, dan kontributif terhadap ekonomi kerakyatan.
*)ASH

