Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM sektor pertanian melalui program Regenerasi Petani (RegPet), UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha (P3W) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu RegPet Tahun Anggaran 2025, secara daring pada awal April 2025.
Sinergi Program Pelatihan dan Penguatan Data Peserta
Rapat ini bertujuan untuk menyusun skema pelatihan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan pelaku usaha, khususnya peserta Program RegPet. Sejumlah OPD turut hadir dan memberikan masukan penting, seperti Dinas Kehutanan (Dishut), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti), Dinas Perkebunan (Disbun), serta perwakilan dari Biro Ekonomi Setda Provinsi Jawa Barat.
Kepala UPTD P3W Jabar, Bapak Ravi Wishesa, SIP., M.AP., menegaskan bahwa pelatihan perlu diarahkan pada UMKM yang benar-benar memiliki usaha aktif, serta berbasis pada kebutuhan di lapangan. Skema pelatihan tahun ini disusun lebih matang, terdiri dari pelatihan online melalui LMS (Learning Management System), pelatihan blended learning, dan pelatihan offline lapangan.
Optimalisasi Pelatihan Online dan Offline
Evaluasi pelatihan tahun sebelumnya menjadi dasar pembenahan. Dari 2.000 peserta, hanya sekitar 441 peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan melalui LMS. Dalam pelatihan blended learning, tercatat hanya 84 peserta yang tuntas. Oleh karena itu, skema pelatihan kini difokuskan untuk lebih aplikatif dan mendorong keterlibatan aktif peserta.
Materi pelatihan offline yang dirancang antara lain mencakup literasi keuangan (dengan dukungan perbankan), literasi digital marketing, dan manajemen pengelolaan usaha. Pelatihan offline akan dilaksanakan di lokasi tertentu dengan target 27 peserta per OPD. Apabila kuota tidak terpenuhi, akan dialihkan ke OPD lain yang siap berpartisipasi.
Sementara itu, pelatihan online tetap berjalan menggunakan sistem LMS, yang ke depannya akan disinkronkan dengan dashboard Corporate University (Corpu) Provinsi Jawa Barat, serta platform pelatihan yang dimiliki oleh masing-masing OPD. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan data dan proses pelatihan secara menyeluruh.
Tantangan dan Dukungan dari OPD
Beberapa OPD menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam menjaring peserta pelatihan. Misalnya, masih ditemukannya data peserta yang tidak valid atau peserta yang tidak aktif lagi menjalankan usaha. Oleh karena itu, diperlukan proses identifikasi dan penyaringan peserta secara lebih ketat, dengan pendekatan langsung ke lokasi jika diperlukan.
Disampaikan pula bahwa tidak semua pelatihan disertai uang saku, sehingga partisipasi peserta akan sangat bergantung pada komitmen dan minat. Pendekatan edukatif dan sosialisasi berkelanjutan dari OPD terkait menjadi kunci agar peserta memahami manfaat jangka panjang dari pelatihan ini.
Menuju Pelatihan yang Tepat Sasaran
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan Program Regenerasi Petani. UPTD P3W Jabar berharap program pelatihan tahun 2025 dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, khususnya generasi muda petani, dengan skema pelatihan yang responsif terhadap kebutuhan lapangan dan berkelanjutan.
Komitmen bersama antara UPTD P3W dan OPD pengampu diharapkan mampu menciptakan program pelatihan yang berdampak nyata dalam mewujudkan petani modern dan berdaya saing di era digital.
ASH

