Cileunyi, 19 Mei 2025 – Komitmen kuat untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah dan penguatan ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui peluncuran perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cileunyi, berlokasi di Pondok Pesantren Yayasan Al-Kasyaf, Kampung Sukamaju RT 04/RW 10, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (@kementerianumkm) dan dihadiri langsung oleh Menteri UMKM @maman.abdurrahman.st, Wakil Menteri UMKM @helvi.moraza, Kepala Badan Gizi Nasional @badangizinasional.ri, Bupati Kabupaten Bandung @dadangsupriatna, serta jajaran pejabat terkait lainnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina (@yukeseptina) turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap peran strategis UMKM dalam mendukung program nasional ini.
Program MBG: Sinergi Gizi, Pendidikan, dan Ekonomi UMKM
Peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan gizi anak sekolah. Selain itu, program ini secara nyata memberdayakan pelaku UMKM dalam rantai pasok makanan bergizi—mulai dari pemasok bahan baku, pengolah makanan, hingga pengelola limbah pangan melalui budidaya maggot.
Fakta Penting Implementasi Program MBG:
- MBG di Cileunyi: Telah resmi diluncurkan sebagai pilot project yang memfokuskan penyediaan makanan bergizi bagi siswa sekolah.
- Keterlibatan UMKM: UMKM menjadi tulang punggung pelaksana MBG, mulai dari penyedia bahan baku lokal hingga pengolahan limbah makanan.
- SPPG Cileunyi Al-Kasyaf: Berperan penting sebagai dapur produksi penyedia makanan bergizi untuk sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya.
- Dukungan Pemerintah: Kementerian UMKM memberikan dukungan melalui pembiayaan, pelatihan peningkatan kapasitas UMKM, serta edukasi pengelolaan limbah berbasis maggot.
- Capaian UMKM: Hingga saat ini, tercatat lebih dari 2.700 UMKM telah terlibat dalam rantai pasok program MBG di berbagai provinsi, termasuk di Kabupaten Bandung.
Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Sehat dan Mandiri
Melalui program MBG, tidak hanya kualitas gizi anak sekolah yang meningkat, namun juga terjadi pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM. Di sisi lain, pengelolaan limbah makanan melalui budidaya maggot menjadi solusi inovatif bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi sirkular.
Peluncuran ini menjadi langkah awal menuju gerakan nasional yang inklusif dan transformatif—di mana gizi, pendidikan, ekonomi lokal, dan lingkungan bertemu dalam satu ekosistem pemberdayaan.
Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program. Ini adalah investasi bangsa untuk generasi emas 2045. Dimulai dari desa, diperkuat oleh UMKM, dan dijalankan dengan semangat kolaborasi!
*)Rangga/ASH

